kok tiba-tiba ingin mati..
tak ingin hidup..
tak ingin berlari,.
tak ingin melihat..
tak ingin merasa..,
tak ingin mencerap..
tak ingin berkata..
tak ingin mendengar.
tak ingin berjalan.,
tak ingin menjadi manusia.,
tak ingin berpikir.,
aku lelah,
lelah untuk hidup.,.
lelah untuk mencari kebertuhanan..
lelah untuk menjadi manusia..
aku ingin mati..
barangkali, kematian akan jauh lebih nikmat daripada kehidupan??
Quarles: Introducing New Testament Textual Criticism for the 21st Century
-
*It seems to me that we are due for an up-to-date introduction to NT
textual criticism since the standard classic in our field (Metzger-Ehrman)
is out of...
1 week ago
No comments:
Post a Comment