Tuesday, May 20, 2008

nafsu,cinta dan ironi

akankah aku menceritakan cerita cinta ditempat ini?boleh saja..

manusia pada dasarnya adalah makhluk yang penuh dengan cinta karena belas kasihan dan iba adalah bagian terbesar dari hati nurani manusia, namun ada pula nafsu, nafsu yang mengungkung..

ada caranya kita bedakan antara nafsu dan cinta,meskipun tidak terlalu tajam.
jika kita melihat eanita, apa yang kita rasakan dalam diri kita bisa memberi pengertian aktas apa yang terjadi akankah nafsu?ataukah cinta?
jika nafsu sederhana saja, yang akan kita lakukan kepada wanita yang kita pandang tersebut hanyalah hubungan seksual, bayangan kita menjamaj tubuhnya, menjagkau bukit-bukit keindahannya, menyaru gua kenikmatan miliknya, dan mendamba kepuasan paenyatuan daging dalam klitoris dan batang kemaluan yang menyatu.Itulah nafsu!nafsu akan membuat kita ingin menguasai, angkuh, dan memiliki wanita dan memerintahnya atas nama cinta!padalah itu semua bohong,cinta atas dasar nafsu adalah satu kefanaan yang lain, yang akan menyebakan manusia terasing dari kodrat alamiah sebagai makhluk penuh cinta, itulah akibat dari kapitalisme!!

tapi jika cinta, apabila kita melihat wanita, maka yang ada hanya akan rasa kasih sanyag, rasa untuk melindungi, dan kekaguman akan hati dan kedamaian serta sukacita hakiki! aku takkan mampu mendefinisikan rasanya, pasti anda akan tahu bagaimana rasanya!

tapi inilah yang kurasakan sekarang, aku begitu mencintai seorang gadis diluar sana, gadis manis yang kutemui 3tahun yang lalu, dan kini hidup di dunia yang berbeda. Yang aku belum dan mungkin takkan diijinkan untuk mendekati dan mengungkapkan isi hatiku kepadanya.Dia Cantik,sangat manis,tatapan matanya adalah sinar pembawa Terang abadi, sikapnya adalah kesejatian kehidupan.
Dia adalah yang sempurna untukku.namanya.... tak usalh kusebut, selurih dunia cinta juga akan tahu.

inilah salah satu ironi yang lain dalam hidupku, mengetahu dan memuja Cinta namun tak bisa menyatu dengan gadis yang aku cintai...

menertawai hidup..

hahahahahahahahahaha

suer, aku bener-bener lagi gila.Dualisme jatidiri tanpa henti membuat saya gila!sumpeh deh!
sebagian diri ku yang gelap ingin sekali memperkosa gadis-gadis,terjun bersama ganja dan marijuana,berpesta dalam dentuman musik tanpa henti, menikmati orgasme dan kenikmatan kehilangan keperjakaan,menjilati neraka kehidupan vagina wanita tanpa peduli Tuhan, tanpa peduli norma dan moralitas, tanpa peduli orangtua, cintadan kasih sayang..haha, Aku ingin jadi pengikut hedonisme!

but, inilah salah satu ironi yang menyenangkan jiwa!dunia telah menolakku, moral dan norma mengikatku!Aku yang selalu berusaha hidup dalam balutan Sepuluh Perintah Allah ini nampaknya tak cocok dengan hedonisme. Hati nurani yang mengakar dalam cinra Yesu Kristuslah yang membuatku takkan pernah mampudan diterima oleh dunia. Dan kusadari jati diriku yang lain, jati diri yang diterangi sinar kebenaran! jati diri yang akan mengubah dunia! dalam satu idelogi Kristiani..

dan aku menikmati itu semua, karena diluar sana banyak orang-orang muda yang tak tahu apa-apa, mengorbankan keperjakaannya demi nefsu dan kepuasan fana semata, banyak gadis-gadis (kapan hari baca dikora,SMP! udah jadi PSK!gile bener) menjual diri cuman sekedar demi harta didunia yang bisa hancur dan hilang dimakan rayap dan ngengat. Bukankah semua yang ada di dunia ini adalah sis-sia?seperti kata kitab Pengkotbah?bukankah hubungan diatas ranjang hanyalah fana?bukankah cumbu rayu, orgasme, senggama dan hubungan seksual itu hanya akan berakhir dalam kefanaan dan kedurjanaan??kekuasaan dan harta dan nama besar pun hanya akan tinggal dalam kenangan jika tubuh fana kita masuk kedalam perut bumi?
karena itulah jatidiri kegelapanku yang membuatku fana akan kubuang, menjadi satu tujuan abadi yang akan mencapai kekekalannya pada saatnya nanti!
this is my self..seorang Kristen pengubah dunia..

hahahahhahah..mari kita tertawa maka seisi dunia akan tertawa bersama kita!jangan pernah bersedih karena kita akan ditinggalkan sendirian..
live on ur life!

Sunday, May 18, 2008

tujuan hidup

Apa tujuan hidupku?
gak tahu deh,,
18 tahun mengaungi samudra kehidupan.Aku dilahirkan sebagai pribadi kesepian.Tak pernah punya seseorang, teman , sahabat yang begitu mengenal, tahu dan peduli kepadaku.Contohny aja ultah ku tahun ini, yang ingat cuman 4 orang doank! tai banget bukan? tapi gak masalah, sebagai seorang Kristiani yang beriman kepada Yesus Kristus saya gak terlalu peduli dengan hal-hal kecil kayak gitu.Biarlah, selamanya aku akan jadi bintang yang sendirian bersinar diangkasa.Hidup takkan pernah memberi sesuatu kepada kita, tapi kitalah yang akan memberi sesuatu dalam kehidupan.
Dan inilah tujuan hidupku, merumuskan sistem kehidupan yang relevan yang membawa kebaikan kepada semua umat manusia sehingga membuat wajah dunia ini berubah "sedikit" lebih baik bersama ideologi hidupk.. kau tahu, kawan? YEsus Kristus ,Putra Allah itulah tujuan hidupku, ngejar gelar S.Th trus nyari beasiswa kuliah filsafat diluar negeri..dan selama itu, selama nafas berhembus,saya akan bermimipi, mengubah dunia!!

kehidupan ku

fuh,,
lama gak ngblog, diterpa kontemplasi hidup tanpa henti.Aku kok jadi ruwet gini?so, blog yang maunya buat cari duit ni,, aku rubah aja deh, jadi tempat kontemplasi dan enuangan pemikiran saya..biar lebih enak..

asu!

Saturday, December 29, 2007

Makna natal ,masa kini

Hari Natal telah berlalu, HAri keajaiban bagi dunia ini.
Namun, ditengah hingar bingatnyasuasana perayaan umat Kristiani, perlu ada yang bertanya apakah Natal sudah mencapai esensi dari makna yang sebenarnya? Entah apakah makna dan esensi Natal yang sebenarnya itupu kita juga harus menggalinya dengan dalam-dalam dan memohon tuntunan Roh Kudus.
Natal adalah kedatangan atau kelahiran Yesus Kristus sang Penebus kedunia ini. Natal adalah awal dari karya dan mujizat terbesar dari rencana Allah Bapa bagi dunia yang terpuruk dalam kegelapan dan dosa ini. Kelahiran Yesus adalah sukacita bagi dunia, karena Raja bagi jaminan hidup kekal nan abadi di sorga nanti telah datang dan jawaban dari segala permasalahan dan keterpurukan dunia sebenarnya telah ada dengan datangnya Allah Putra kedalam dunia ini. KeKristenan benar-benar adalah jawaban bagi segala hal yang perlu untuk dijawab. nah, kini yg perlu kita permasalahkan lagi, mengapa dengan kedatanganNya dunia ini masih seperti ini??
ada beberapa jawaban yg bisa menjadi solusi pertanyaan ini, yaitu:
1.Mungkin Yesus bukan penebus atau bukan jawaban?

2.Penolakan terhadap YEsus sebagai jawaban oleh dunia ini?
3.Umat Kristen sebagai penerus atau tangan Ilahi di dunia ini namnaknua menyeleweng dari tugasnya?

Nampaknya yg paling pasti dan mungkin untuk dibahas adalah jawaban nomer 2 dan 3, karena apabila jawaban yang nomer 1 kita setujui bersama, maka tak akan ada yang namanya kepastian keselamatan dan Kekristenan akan segera bubar dan hancur.dan disini saya akan membahas jawaban nomer 3 karena yg no 2 nampaknya memang sudah banyak yg akan membahasnya..
Mengapa Dunia masih seperti ini? mungkin karena makna Natal masa kini mulai menjauh dari esensi makna sesungguhanya yang muncul pada awal2 dirayakannya natal pada 25 desember. Perayaan kelahiran Yesus yang dipakai untuk menggantikan penyembahan kepada Dewa Matahahari kini mulai hilang dari semangat aslinya. semangat untuk menghilangkan dunia dari ketidak tahuan akan dosa, dan maut yang mengancam..
Kebanyakan Orang Kristen hanya berhura2 dalam perayaaan natal, mereka tak perdulikan lagi kemiskinan, mereka tak perdulikan kesenjangan sosial. dan mereka menolak orang2 yang membutuhkan Yesus hanya karena alasan penampilan, harta dsb. Mungkin itulah yang membikin Kekristenan hambar dan tanpa makna karena hidup yangsudah diberi oleh Allah ini tidak dibagikan untuk orang lain juga....

Mungkin, semuanya masih analisis saja,,
yang kita lakukan adalah adanya introspeksi diri dan pemahaman agar natal bisa mencapai puncak dari esensi maknanya..



Tunggu posting selanjutnya..

Thursday, December 20, 2007

sementara ini postingan english dulu ya,

sabar buat yang liat blog aku,, postingannya masih english.. soalnya buat daftar kerja di google,, tar ga sampe 2 hari aku kasih postingan yang bener2 buat Jesus!!

How do Christians Act?



Love: the Foundation for all Relationships

There is a certain anti-legal strain in Christian thought. Jesus accepted the validity of the Jewish laws. However he encouraged people to emphasize the intent behind the law, and to focus on their motivations. He summarized the law as love for God and for our neighbor. Thus much of Christian practice is focused on finding ways to show love for our fellows.

At its best, Christianity has been characterized by helping people. This ranges from the personal to the institutional. At the personal level, Christians should help others. This includes direct help for friends, and participation in more organized activities such as soup kitchens and help for the homeless. At the institutional level, Christians have been active in creating hospitals, schools, and other institutions to help people.

What is Christian love?

The term "love" in English covers many things, including erotic love, love between parent and child, brotherly love, etc. Christian love can be modeled on love between parent and child and brotherly love.

We are told to love everyone, particularly enemies. It's useful to start by looking at what this does NOT mean. It does not mean that we will like everyone. Love is not primarily an emotion, although it often involves the emotions, and is supported by them. It is primarily a commitment to care about someone.

Jesus' teachings are largely a description of what love means. However the briefest description is from one of Paul's letters:

Love is patient; love is kind; love is not envious or boastful or arrogant or rude. It does not insist on its own way; it is not irritable or resentful; it does not rejoice in wrongdoing, but rejoices in the truth. It bears all things, believes all things, hopes all things, endures all things.

Love is based on our status as fellow children of God. This means that there is at least potentially a close spiritual bond between all of us. It is a reflection of the fact that God loves us, and is an expression of Christ's love active in us.

It is also based on honesty and justice. While Christians are eager to forgive, Christian parents are called on to exercise discipline, and Christian churches to first counsel with and then if necessary exclude those who are openly immoral. These requirements call for a balance that it is often hard to achieve.

Forgiveness

One of the strongest themes in Jesus' teaching is forgiveness. He certainly intends us to forgive each other as individuals. But he was often speaking of the community. In his community there were a number of people who were looked down upon. These included tax collectors, who were regarded as collaborators with the Romans, and prostitutes, whose sin is obvious, but apparently also many ordinary people who didn't have the time and resources to carry out all of the commandments that some considered essential. Jesus spent much of his time with these people, reassuring them of God's love. However the people who are shown as responding to him are also shown as repenting of their sins. A tax collector who followed him vowed to return anything he had fraudulently taken fourfold.

Jesus seems to have accomplished what most of us find nearly impossible: He seems to have accepted everyone on their own terms, but also inspired people to change their lives for the better, without appearing to be judgemental in the process. Christians try to capture this with concepts such as "hate the sin but love the sinner", and "tough love". A more traditional description is to say that Christianity must balance Law and Gospel. I'm afraid that these attempts are not always successful.

Christians are called on to forgive enemies, both Christian and non-Christian. This forgiveness is intended to benefit both parties. In many cases it may win over the other person, and restore (or establish) a relationship with them. However even when it does not, forgiveness is important. Bitterness and resentment are two of the more destructive emotions.

A number of Christians believe that this requirement prohibits all war. Christians should be able to come up with better ways to deal with conflict. Most Christians agree with this in principle, but feel that there are times when they don't know any other way to defend innocent lives against attack. At any rate, peacemaking is a priority among Christians. A number of groups are now starting to encourage members to study conflict resolution and peacemaking techniques explicitly. The "peace churches" such as the Mennonites and Quakers have been among the leaders in developing or documenting these techniques.

Deeds and Rules

All Christians acknowledge that Christian ethics should be founded on love. However there have been a number of debates about the best way to do this. One of the best-known disagreements in this Century is over "situation ethics". A number of people argued that Christians should not become tied up in rules. Instead, they should act in any given situation as love would dictate. A number of examples were given of difficult situations in which traditional ethical rules would produce the wrong decisions. A more recent version of this approach was a document on sexual ethics produced for (but rejected by) the Presbyterian Church (USA). It suggested relaxing most of the traditional sexual rules, in favor of a standard that they called "justice love", which seems to have been a somewhat revamped situation ethics.

This approach has not been well received. There are two reasons. The first is grounded in basic Christian realism about human psychology. Difficult ethical decisions, particularly in sexual matters, tend to occur at times when people are not in a position to make carefully considered choices. It is far too easy for situation ethics to become license to be motivated only by immediate feelings.

There is also a realization that love can be shown in structures as well as in individual decisions. The commitment between husband and wife, parent and child, friend and friend establish the contexts in which we work. They allow us to share confidences, and bare our selves. Decisions can't be made from moment to moment in isolation.

However if this is to happen, rules must be used properly. Rules are intended to protect people, not to make life miserable.

[The title of this section, and some aspects of the discussion, are based on Paul Ramsey, Deeds and Rules in Christian Ethics.]


http://geneva.rutgers.edu/src/christianity/love